Tabel Referensi Istilah Tinju
Pelajari kosakata tinju penting, mulai dari jenis pukulan, pertahanan, penjurian hingga budaya sasana.
Tinju membawa tradisi puluhan tahun yang terkemas dalam bahasa khasnya sendiri. Tabel ini ditujukan bagi penggemar pertarungan yang ingin membedakan check hook dari shovel hook, pemula yang pertama kali masuk sasana, atau siapa saja yang ingin memahami breakdown scorecard setelah pertarungan besar. Isinya mencakup mekanika pukulan, footwork defensif, pembagian kelas berat, kriteria penjurian, dan bahasa sehari-hari budaya sasana.
Kategori
| Istilah | Singkatan | Kategori | Deskripsi | Penggunaan & catatan |
|---|---|---|---|---|
| Jab depan | 1 | Jenis pukulan | Pukulan lurus cepat dari tangan depan untuk mengukur jarak dan mengacaukan ritme lawan. | Dipakai untuk mencetak poin, menjaga jarak, dan menyiapkan kombinasi atau counter. |
| Pukulan lurus belakang (Cross) | 2 | Jenis pukulan | Pukulan lurus kuat dari tangan belakang yang menembus sasaran. | Sering menyusul jab atau dipakai sebagai counter untuk menghasilkan pukulan berbahaya. |
| Left hook | 3 | Jenis pukulan | Pukulan melingkar pendek dengan tangan depan yang menyasar kepala atau badan. | Dipakai setelah slip atau dalam jarak dekat untuk mengejutkan lawan dari sudut berbeda. |
| Right hook | 4 | Jenis pukulan | Hook tangan belakang yang memutar melewati guard dengan tenaga rotasi besar. | Ampuh setelah pukulan badan atau ketika lawan menutup diri dengan guard tinggi. |
| Pukulan uppercut | 5 | Jenis pukulan | Pukulan vertikal dari bawah ke atas yang menyasar celah di bawah guard. | Dilontarkan dari jarak dekat saat lawan merunduk atau di sela kombinasi. |
| Pukulan overhand | — | Jenis pukulan | Pukulan melengkung dari atas yang menghantam melewati guard lawan dengan tenaga besar. | Dilepaskan di atas jab atau pukulan longgar untuk menghasilkan knockdown dramatis. |
| Body shot | — | Jenis pukulan | Pukulan ke badan untuk menguras stamina atau menghantam organ vital seperti hati. | Dipadukan dalam kombinasi untuk memperlambat lawan dan membuka celah ke kepala. |
| Bolo punch | — | Jenis pukulan | Campuran hook dan uppercut dengan gerakan menyendok yang mengelabui sebelum mendarat. | Dipakai sesekali sebagai pukulan atraktif sebelum menyusul dengan pukulan utama. |
| Check hook | — | Jenis pukulan | Hook tangan depan yang dilepas sambil berputar untuk membuat lawan yang menerjang meleset. | Mengubah pertahanan menjadi serangan sambil menjaga jarak dan menahan tekanan liar. |
| Shovel hook | — | Jenis pukulan | Campuran hook dan uppercut pada sudut empat puluh lima derajat menuju tulang rusuk atau hati. | Mematikan terhadap guard tinggi ketika menyerang badan atau saat bertarung jarak dekat. |
| Gazelle punch | — | Jenis pukulan | Hook meloncat eksplosif yang menolak dengan kaki depan untuk menutup jarak seketika. | Dipopulerkan Floyd Patterson dan Naoya Inoue, efektif sebagai serangan kejutan. |
| High guard | — | Teknik bertahan | Posisi bertahan dengan kedua sarung tangan dekat wajah dan siku menutup badan. | Dipakai untuk menahan pukulan lurus dan menjaga dagu saat tertekan di tali ring. |
| Elakan menyamping (Slip) | — | Teknik bertahan | Gerakan kepala kecil agar pukulan lawan melintas di samping tanpa mundur penuh. | Membuka kesempatan counter seperti hook kiri atau uppercut setelah menghindari pukulan lurus. |
| Bob and weave | — | Teknik bertahan | Gabungan gerakan menunduk dan menyamping untuk melewati hook dan muncul di sudut baru. | Membantu mendekat dengan aman sebelum melancarkan serangan tubuh atau counter. |
| Tepisan (Parry) | — | Teknik bertahan | Sentuhan cepat menggunakan sarung tangan atau lengan bawah untuk mengarahkan pukulan menjauh dari target. | Setelah menepis jab bisa langsung membalas dengan pukulan lurus dari garis tengah. |
| Pelukan pengunci (Clinch) | — | Teknik bertahan | Merangkul lawan untuk menghentikan pertukaran pukulan dan memaksa pemisahan wasit. | Dipakai setelah menerima serangan berat atau untuk memperlambat tekanan agresif. |
| Philly shell | — | Teknik bertahan | Kuda-kuda dengan bahu depan memutar ke depan dan tangan belakang melindungi dagu serta badan. | Memungkinkan shoulder roll menepis pukulan lurus dan langsung membalas dengan counter tajam. |
| Catch and shoot | — | Teknik bertahan | Menahan pukulan di sarung tangan lalu langsung membalas dengan pukulan pendek. | Menetralkan jab agresif sambil mempertahankan posisi siap menyerang. |
| Pull counter | — | Teknik bertahan | Membungkukkan badan ke belakang agar jab meleset lalu memantul maju dengan counter. | Andalan petinju counter seperti Floyd Mayweather untuk menghukum pukulan pembuka yang terbaca. |
| Pivot out | — | Teknik bertahan | Melangkah mengitari kaki depan untuk keluar dengan sudut baru dan mengulang posisi. | Sering dipakai petinju out-boxer untuk menghindari tali dan tetap bertarung di tengah ring. |
| Ring generalship | — | Strategi bertarung | Kemampuan mengatur lokasi pertarungan dan mempertahankan skenario yang menguntungkan. | Juri menghargai petinju yang dapat menggiring lawan ke tali atau tengah ring sesuai rencana. |
| Cutting off the ring | — | Strategi bertarung | Taktik footwork menyamping untuk menutup jalur kabur dan memojokkan lawan yang banyak bergerak. | Petinju tekanan menggunakannya untuk menjebak petinju licin dan melancarkan serangan beruntun. |
| Combination punching | — | Strategi bertarung | Merangkai beberapa pukulan dengan sasaran berbeda untuk memecah pertahanan lawan. | Rentetan pukulan cepat menarik perhatian juri dan membuka peluang pukulan penentu. |
| Tipuan gerak (Feint) | — | Strategi bertarung | Gerakan pura-pura atau pukulan setengah untuk memancing reaksi dan membuka celah. | Saat lawan terpancing, petinju bisa mendaratkan counter bersih atau pukulan ke badan. |
| Pukulan balasan (Counterpunching) | — | Strategi bertarung | Strategi memukul tepat setelah lawan menyerang untuk memanfaatkan celah. | Membutuhkan timing tajam dan pertahanan solid, cocok untuk petinju yang tenang. |
| Pressure fighting | — | Strategi bertarung | Strategi terus maju untuk menyempitkan ruang lawan dan memaksa pertukaran pukulan. | Menuntut kebugaran tinggi dan gerakan kepala agar bisa menekan tanpa banyak menerima pukulan. |
| Bertinju jarak luar (Outboxing) | — | Strategi bertarung | Menggunakan jangkauan, footwork, dan jab untuk mencetak poin dari jarak jauh sambil sulit disentuh. | Membutuhkan disiplin agar tidak terjebak bertukar pukulan jarak dekat. |
| Body attack | — | Strategi bertarung | Penekanan pada pukulan badan untuk menguras stamina dan membuat lawan menurunkan guard. | Melemahkan lawan tangguh di ronde akhir dan membuka peluang pukulan kepala bersih. |
| Switch hitting | — | Strategi bertarung | Berganti antara stance ortodoks dan kidal untuk menciptakan sudut baru dan membingungkan lawan. | Efektif saat berpindah tengah kombinasi atau setelah pivot agar lawan terus menebak. |
| Strategi southpaw (Southpaw Strategy) | — | Strategi bertarung | Rencana bertumpu pada posisi kaki depan di luar dan jalur lurus kiri. | Membantu meniadakan jab ortodoks dan membuka peluang pukulan keras di garis tengah. |
| Pace control | — | Strategi bertarung | Mengatur tempo laga dengan variasi jumlah pukulan, clinch, dan footwork. | Petinju berpengalaman memakainya untuk menghemat tenaga, memutus alur lawan, dan mencuri ronde akhir. |
| Lari jalanan (Roadwork) | — | Latihan dan kondisi fisik | Lari jarak jauh dan latihan fisik untuk membangun stamina menghadapi laga panjang. | Biasanya dilakukan pagi hari untuk membangun dasar kardio sebelum sesi teknik. |
| Pukul bayangan (Shadowboxing) | — | Latihan dan kondisi fisik | Latihan mandiri melempar pukulan dan footwork melawan lawan imajiner. | Membantu pemanasan, memperhalus teknik, dan memvisualisasikan taktik sebelum sparring atau pertandingan. |
| Lompat tali (Jump Rope) | — | Latihan dan kondisi fisik | Latihan lompat tali untuk meningkatkan kecepatan kaki, koordinasi, dan daya tahan jantung. | Dilakukan dalam ronde mirip pertandingan sebagai pemanasan atau latihan fisik. |
| Mitt work | — | Latihan dan kondisi fisik | Pelatih memegang pad untuk menangkap pukulan guna melatih akurasi, timing, dan kombinasi. | Dipakai untuk mengulang pola khusus pertandingan dan counter bertahan dengan arahan pelatih. |
| Latihan samsak (Bag Work) | — | Latihan dan kondisi fisik | Sesi berstruktur di samsak berat, double-end, atau aqua bag untuk membangun tenaga dan kondisi fisik. | Menekankan mekanik pukulan, tempo, dan stamina dengan interval sepanjang pertandingan. |
| Latihan double-end (Double-End Drills) | — | Latihan dan kondisi fisik | Ronde latihan di double-end bag untuk menajamkan akurasi, ritme, dan reaksi bertahan. | Melatih tetap waspada dengan tangan terangkat dan membalas setiap pantulan. |
| Latihan tanding (Sparring) | — | Latihan dan kondisi fisik | Latihan pertarungan terkontrol bersama rekan untuk menerapkan teknik saat ada perlawanan. | Dilakukan dengan intensitas berbeda untuk menguji strategi, fisik, dan ketenangan di ring. |
| Strength & conditioning | — | Latihan dan kondisi fisik | Latihan tambahan seperti pliometrik, angkat beban, dan sirkuit untuk meningkatkan tenaga. | Dijadwalkan mengiringi sesi tinju agar tidak menumpuk lelah sambil membangun eksplosivitas. |
| Sprint interval (Interval Sprints) | — | Latihan dan kondisi fisik | Ledakan lari maksimal diselingi pemulihan singkat untuk meniru perubahan intensitas laga. | Dilakukan pada hari fisik atau setelah latihan mitt untuk menambah stamina akhir ronde. |
| Studi rekaman (Film Study) | — | Latihan dan kondisi fisik | Menelaah rekaman laga untuk menilai performa sendiri atau mengintai lawan berikutnya. | Pelatih menetapkan fokus agar penyesuaian terlihat saat sparring dan strategi tanding. |
| Sistem sepuluh poin wajib (Ten-Point Must System) | — | Penjurian dan keputusan | Metode penilaian baku di mana pemenang ronde mendapat sepuluh poin dan lawan lebih sedikit. | Juri memulai 10-10 lalu menyesuaikan menurut pukulan bersih, pertahanan, dan kontrol. |
| Kriteria penilaian (Scoring Criteria) | — | Penjurian dan keputusan | Faktor yang dinilai juri meliputi pukulan bersih, agresi efektif, pertahanan, dan kontrol ring. | Menjelaskan mengapa ronde ketat dapat dipersepsikan berbeda oleh tiap juri. |
| Jatuh dihitung (Knockdown) | KD | Penjurian dan keputusan | Terjadi saat bagian tubuh selain telapak kaki menyentuh kanvas akibat pukulan sah. | Biasanya membuat ronde menjadi 10-8 kecuali petinju yang jatuh bangkit dan mendominasi kembali. |
| Keputusan split (Split Decision) | SD | Penjurian dan keputusan | Putusan saat dua juri memilih satu petinju dan juri ketiga memberi kemenangan pada lawan. | Menunjukkan laga ketat dengan penilaian berbeda soal pukulan bersih atau kontrol. |
| Keputusan bulat (Unanimous Decision) | UD | Penjurian dan keputusan | Ketiga juri memberi kemenangan kepada petinju yang sama. | Menunjukkan penampilan dominan sehingga nyaris tanpa perdebatan skor. |
| Keputusan mayoritas (Majority Decision) | MD | Penjurian dan keputusan | Dua juri memilih satu petinju sedangkan juri ketiga memberi skor imbang. | Menandakan petinju menang tipis tanpa persetujuan mutlak seluruh panel juri. |
| Keputusan teknis (Technical Decision) | TD | Penjurian dan keputusan | Hasil yang memakai skor juri ketika pelanggaran tak sengaja menghentikan laga setelah ronde minimum. | Bila berhenti sebelum batas ronde, pertandingan dinyatakan no contest, bukan keputusan teknis. |
| Draw mayoritas (Majority Draw) | MD | Penjurian dan keputusan | Dua juri memberi hasil imbang, juri ketiga memilih salah satu petinju sehingga laga dinyatakan seri. | Menunjukkan laga sangat seimbang meski ada satu juri yang memilih pemenang. |
| Draw split (Split Draw) | SD | Penjurian dan keputusan | Satu juri memilih petinju A, satu lagi petinju B, dan juri ketiga memberi hasil imbang sehingga laga seri. | Menunjukkan pertarungan sangat tipis tanpa pemenang yang disepakati. |
| Draw bulat (Unanimous Draw) | UD | Penjurian dan keputusan | Ketiga juri menyerahkan kartu skor imbang yang sama. | Menegaskan bahwa pertarungan seimbang di mata semua juri tanpa kontroversi berarti. |
| Open scoring | — | Penjurian dan keputusan | Sistem yang mengumumkan sebagian total skor kepada sudut selama pertandingan berlangsung. | Dipakai di beberapa wilayah untuk memacu urgensi, meski dikritik karena dapat mengubah strategi. |
| Hitungan delapan berdiri (Standing Eight Count) | — | Aturan dan pelanggaran | Wasit menghentikan laga dan menghitung sampai delapan saat petinju masih berdiri untuk menilai kelayakan. | Memungkinkan wasit melindungi petinju yang goyah meski tidak jatuh ke kanvas. |
| Hitungan delapan wajib (Mandatory Eight Count) | — | Aturan dan pelanggaran | Peraturan yang mewajibkan wasit menghitung sampai delapan setiap kali terjadi knockdown sebelum lanjut. | Diterapkan di banyak yurisdiksi sebagai pemeriksaan keselamatan minimal setelah knockdown. |
| Knockout teknis (Technical Knockout) | TKO | Aturan dan pelanggaran | Pertarungan dihentikan wasit, dokter ring, atau sudut karena petinju tak lagi bisa bertahan aman. | Dicatat sebagai kemenangan penghentian meski tanpa hitungan knockout tradisional. |
| Kalah KO (Knockout) | KO | Aturan dan pelanggaran | Terjadi saat petinju tidak bangkit sebelum hitungan sepuluh setelah jatuh. | Dipandang sebagai akhir paling tegas dan biasanya menonjol di catatan rekor. |
| Aturan tiga knockdown (Three-Knockdown Rule) | — | Aturan dan pelanggaran | Ketentuan yang menghentikan laga sebagai TKO bila petinju jatuh tiga kali dalam satu ronde. | Diterapkan di beberapa komisi namun sering dikecualikan pada laga gelar agar tidak selesai terlalu cepat. |
| Diselamatkan bel (Saved by the Bell) | — | Aturan dan pelanggaran | Menentukan apakah bel akhir ronde dapat menghentikan hitungan wasit setelah knockdown. | Sebagian besar komisi melarang penyelamatan bel di ronde akhir agar petinju yang goyah tidak lolos dari penghentian. |
| No contest | NC | Aturan dan pelanggaran | Pertarungan dinyatakan batal karena kejadian tak terduga sebelum memenuhi ronde minimum. | Melindungi petinju dari kekalahan akibat pelanggaran tidak sengaja atau gangguan eksternal. |
| Low blow | — | Aturan dan pelanggaran | Pukulan ilegal yang mengenai bawah sabuk atau area selangkangan. | Wasit bisa memberi peringatan, mengurangi poin, atau mendiskualifikasi sesuai tingkat pelanggaran. |
| Rabbit punch | — | Aturan dan pelanggaran | Pukulan terlarang ke bagian belakang kepala atau leher yang berbahaya bagi tulang belakang. | Pelanggaran berulang bisa berujung pengurangan poin atau diskualifikasi langsung. |
| Pelanggaran tidak sengaja (Accidental Foul) | — | Aturan dan pelanggaran | Kontak ilegal yang dinilai tidak disengaja, seperti kepala berbenturan atau terpeleset mengenai bawah sabuk. | Pejabat pertandingan mengikuti panduan komisi untuk memutuskan pengurangan poin, keputusan teknis, atau no contest. |
| Pelanggaran disengaja (Intentional Foul) | — | Aturan dan pelanggaran | Tindakan ilegal yang disengaja seperti menanduk, memukul setelah bel, atau menghantam lawan yang jatuh. | Biasanya dihukum pengurangan poin dan bisa berujung diskualifikasi bila berat. |
| Pengurangan poin (Point Deduction) | — | Aturan dan pelanggaran | Sanksi ketika wasit mengurangi poin petinju karena pelanggaran berulang atau berat. | Diumumkan jelas kepada juri dan sudut, sering mengubah hasil ronde yang ketat. |
| Diskualifikasi (Disqualification) | DQ | Aturan dan pelanggaran | Keputusan menghentikan laga saat petinju melakukan pelanggaran berat atau mengabaikan perintah wasit. | Mengakibatkan kekalahan otomatis dan dapat disusul skorsing atau denda dari komisi. |
| Pelindung mulut (Mouthguard) | — | Peralatan dan perlengkapan sudut | Perlengkapan yang dipasang di mulut untuk melindungi gigi dan meredam benturan. | Wajib dipakai saat tanding; sudut membersihkan dan memasangnya lagi saat jeda. |
| Hand wraps | — | Peralatan dan perlengkapan sudut | Kain atau perban yang dililit pada tangan untuk menopang pergelangan dan buku-buku. | Dipasang sebelum sarung tangan untuk mencegah cedera saat menerima benturan dan latihan panjang. |
| Sarung tinju (Boxing Gloves) | — | Peralatan dan perlengkapan sudut | Sarung berlapis busa untuk melindungi tangan petinju dan meredam benturan pada lawan. | Berat ons bervariasi untuk latihan, sparring, atau pertandingan resmi. |
| Pelindung kepala (Headgear) | — | Peralatan dan perlengkapan sudut | Helm berlapis busa yang dipakai di amatir dan sparring untuk mengurangi sayatan serta bengkak. | Tidak sepenuhnya mencegah gegar otak namun menambah keselamatan saat sparring keras. |
| Pelindung selangkangan (Groin Protector) | — | Peralatan dan perlengkapan sudut | Cangkang kaku dengan sabuk untuk melindungi selangkangan dan perut bawah dari pukulan rendah. | Wajib bagi petinju putra profesional dan umum dipakai semua petinju saat latihan. |
| Sepatu tinju (Boxing Shoes) | — | Peralatan dan perlengkapan sudut | Sepatu ringan bertumit tinggi yang memberi cengkeraman dan stabilitas pergelangan di ring. | Mendukung pivot cepat dan mencegah tergelincir saat bergerak ke samping. |
| Heavy bag | — | Peralatan dan perlengkapan sudut | Tas besar yang digantung dan diisi padat untuk latihan pukulan kuat dan kondisi fisik. | Melatih daya tahan pukulan, rotasi pinggul, dan keseimbangan melalui latihan repetitif. |
| Double-end bag | — | Peralatan dan perlengkapan sudut | Bola yang digantung dengan karet elastis dan memantul cepat untuk melatih akurasi, ritme, dan refleks. | Cocok untuk melatih gerakan kepala dan timing counter mengikuti pantulan pukulan. |
| Speed bag | — | Peralatan dan perlengkapan sudut | Kantong kecil berisi udara yang memantul cepat untuk melatih timing, ritme, dan daya tahan bahu. | Umum dipakai saat pemanasan untuk menajamkan koordinasi dan kecepatan tangan. |
| Focus mitts | — | Peralatan dan perlengkapan sudut | Target empuk yang dipakai pelatih untuk menerima pukulan saat latihan mitt. | Membentuk kombinasi, pertahanan, dan timing saat latihan privat. |
| Bangku sudut (Ring Stool) | — | Peralatan dan perlengkapan sudut | Kursi portabel yang diletakkan di sudut saat jeda ronde agar petinju beristirahat. | Memberi kesempatan tim sudut menangani luka, memberi saran, dan mengatur napas. |
| Round timer | — | Peralatan dan perlengkapan sudut | Perangkat yang memberi sinyal awal, durasi ronde, dan jeda lewat bunyi bel. | Digunakan di sasana untuk meniru tempo resmi dan menyusun sirkuit fisik. |
| Peralatan cutman (Cutman Kit) | — | Peralatan dan perlengkapan sudut | Perlengkapan seperti enswell, kapas adrenalin, dan tape yang dipakai cutman untuk menangani cedera. | Dipakai di sela ronde untuk mengendalikan bengkak, menghentikan darah, dan menjaga petinju tetap layak. |
| Partai pendahuluan (Undercard) | — | Struktur acara dan pertarungan | Pertandingan awal dalam suatu acara sebelum partai utama berlangsung. | Menampilkan petinju prospek, jago lokal, atau eliminasi gelar untuk menarik minat. |
| Main event | — | Struktur acara dan pertarungan | Laga utama yang paling menarik perhatian dan sering mempertaruhkan gelar. | Ditaruh paling akhir dalam susunan pertarungan dan dipromosikan besar-besaran. |
| Tale of the tape | — | Struktur acara dan pertarungan | Grafik pra-pertarungan yang menampilkan tinggi, jangkauan, usia, dan rekor petinju. | Membantu penonton menilai keunggulan fisik dan gaya sebelum ronde pertama. |
| Pertemuan aturan (Rules Meeting) | — | Struktur acara dan pertarungan | Wasit menjelaskan standar pemanggilan dan pelanggaran kepada masing-masing sudut sebelum masuk arena. | Membuat semua pihak memahami ekspektasi sehingga protes terhadap keputusan bisa ditekan. |
| Weigh-in | — | Struktur acara dan pertarungan | Acara resmi biasanya sehari sebelum laga untuk memastikan petinju sesuai batas bobot kontrak. | Gagal memenuhi bobot bisa memicu denda, negosiasi ulang, atau pembatalan partai. |
| Masuk ring (Ringwalk) | — | Struktur acara dan pertarungan | Perjalanan dari ruang ganti menuju ring bersama musik, pelatih, dan rombongan. | Menentukan suasana pertarungan sekaligus menunjukkan karakter petinju dan energi penonton. |
| Perkenalan petinju (Fighter Introductions) | — | Struktur acara dan pertarungan | Pengumuman di atas ring mengenai nama, asal, pelatih, dan rekor profesional petinju. | Menandai bahwa laga segera dimulai dan memompa semangat penonton. |
| Bel pembuka (Opening Bell) | — | Struktur acara dan pertarungan | Bel yang menandai dimulainya ronde pertama dan resmi membuka pertarungan. | Mengisyaratkan petinju untuk saling menyentuh sarung tangan bila diperintah lalu menjalankan rencana. |
| Istirahat ronde (Round Break) | — | Struktur acara dan pertarungan | Jeda enam puluh detik antarronde tempat petinju duduk, minum, dan menerima arahan. | Tim sudut menangani luka, mengubah taktik, dan memantau pernapasan selama jeda. |
| Corner stoppage | — | Struktur acara dan pertarungan | Saat sudut petinju mengakhiri laga dengan memberi tanda menyerah, biasanya melempar handuk. | Dihitung sebagai knockout teknis dan menempatkan keselamatan petinju di atas kelanjutan laga. |
| Keputusan resmi (Official Decision) | — | Struktur acara dan pertarungan | Setelah laga usai, announcer membacakan kartu nilai juri atau hasil penghentian. | Menegaskan pemenang, jenis hasil, serta perubahan status gelar jika ada. |
| Wawancara seusai laga (Post-Fight Interview) | — | Struktur acara dan pertarungan | Percakapan singkat di atas ring setelah keputusan untuk menangkap reaksi dan rencana berikutnya. | Memberi media kutipan sekaligus membangun cerita untuk duel selanjutnya. |
| Konferensi pers (Press Conference) | — | Struktur acara dan pertarungan | Sesi media resmi sebelum atau sesudah laga untuk tanya jawab, kutipan, dan promosi. | Promotor memanfaatkannya untuk mengangkat cerita sementara petinju memaparkan rencana ke depan. |
| Kelas minimum (Minimumweight) | — | Kategori berat | Kelas profesional terendah hingga 105 pon (47,6 kg) dengan penekanan pada kecepatan dan stamina. | Sering menghadirkan jual beli pukulan panjang dengan volume tinggi sepanjang dua belas ronde. |
| Light flyweight | — | Kategori berat | Batas 108 pon (49,0 kg) dengan petinju teknis lincah dan permainan sudut tajam. | Para juara kerap menyatukan gelar di sini sebelum naik ke flyweight demi laga yang lebih besar. |
| Kelas lalat (Flyweight) | — | Kategori berat | Batas profesional hingga 112 pon (50,8 kg) dengan penekanan pada kecepatan dan jumlah pukulan. | Dikenal karena tempo tinggi dan pertukaran teknis antar petinju lincah. |
| Super flyweight | — | Kategori berat | Batas 115 pon (52,2 kg) yang memadukan kecepatan tinggi dengan ancaman KO yang makin besar. | Pertarungan klasik di Los Angeles dan Tokyo membuat kelas ini digemari penggemar. |
| Kelas bantam (Bantamweight) | — | Kategori berat | Batas hingga 118 pon (53,5 kg) dengan kombinasi kecepatan tangan dan daya pukul yang meningkat. | Dikenal dengan kombinasi eksplosif dan seringnya penyatuan gelar antar elit. |
| Super bantamweight | — | Kategori berat | Batas 122 pon (55,3 kg) tempat banyak amatir elit menjelma jadi juara dunia. | Dikenal dengan duel taktis yang menggabungkan serangan badan dan hook counter tajam. |
| Kelas bulu (Featherweight) | — | Kategori berat | Batas 126 pon (57,2 kg) yang memadukan kecepatan, daya tahan, dan ancaman KO yang makin besar. | Banyak juara legendaris berasal dari sini sehingga dianggap kelas bergengsi. |
| Super featherweight | — | Kategori berat | Batas 130 pon (59,0 kg) yang menjembatani petinju cepat dengan kekuatan yang kian besar. | Sering melahirkan kandidat pertarungan terbaik tahun ini karena gaya bertarung atraktif. |
| Kelas ringan (Lightweight) | — | Kategori berat | Batas 135 pon (61,2 kg) dengan tempo cepat namun tetap memiliki daya pukul besar. | Banyak superstar masa kini bersinar di kelas ini sebelum naik bobot. |
| Super lightweight | — | Kategori berat | Batas 140 pon (63,5 kg) dengan perpaduan kecepatan, jangkauan, dan kekuatan KO. | Turnamen seperti World Boxing Super Series meningkatkan pamor kelas ini. |
| Kelas welter (Welterweight) | — | Kategori berat | Batas 147 pon (66,7 kg) yang menyatukan kecepatan, jangkauan, dan daya finis. | Termasuk kelas sarat bintang dengan banyak rivalitas besar sepanjang sejarah. |
| Super welterweight | — | Kategori berat | Batas 154 pon (69,9 kg) dengan petinju serbabisa yang bisa menari atau bertarung habis-habisan. | Beberapa era melihat juara tak terbantahkan yang menyatukan empat gelar. |
| Kelas menengah (Middleweight) | — | Kategori berat | Batas 160 pon (72,6 kg), memadukan kelincahan dengan kemampuan KO yang kuat. | Banyak duel legendaris dan laga penyatuan menjadikannya kelas bersejarah. |
| Super middleweight | — | Kategori berat | Batas 168 pon (76,2 kg) bagi petinju bertubuh besar namun tetap cepat tangannya. | Turnamen Super Six dan laju juara tak terbantahkan mewarnai sejarah modern kelas ini. |
| Light heavyweight | — | Kategori berat | Hingga 175 pon (79,4 kg) dengan petinju tinggi besar dan pukulan berat disertai strategi matang. | Juara kadang naik menantang kelas berat atau turun untuk mendominasi menengah. |
| Kelas cruiser (Cruiserweight) | — | Kategori berat | Batas 200 pon (90,7 kg) yang menjembatani kelas light heavyweight dan heavyweight. | Sering menghadirkan turnamen dunia dan unifikasi sebelum juara mencoba kelas berat. |
| Kelas bridger (Bridgerweight) | — | Kategori berat | Divisi WBC dari di atas 200 pon hingga 224 pon (101,6 kg) sebagai jembatan menuju heavyweight. | Memberi ruang bagi petinju kelas berat ringan untuk bertarung tanpa selisih bobot besar. |
| Kelas berat (Heavyweight) | — | Kategori berat | Divisi terbuka bagi petinju di atas 200 pon (90,7 kg) tanpa batas atas, menonjolkan kekuatan. | Melahirkan juara ikonik dan sorotan dunia dengan persentase KO tinggi. |
FAQ
Pertanyaan dan jawaban umum tentang topik ini.
Apa itu Tabel Referensi Istilah Tinju?
Pelajari kosakata tinju penting, mulai dari jenis pukulan, pertahanan, penjurian hingga budaya sasana.
Apakah Tabel Referensi Istilah Tinju gratis?
Ya, Tabel Referensi Istilah Tinju sepenuhnya gratis untuk digunakan.