Hindari momen canggung di luar negeri dengan mempelajari kebiasaan memberi tip, cara menyapa, dan tabu budaya setempat sebelum tiba. Alat ini dirancang untuk pelancong internasional, profesional bisnis, dan pelajar pertukaran yang ingin menunjukkan rasa hormat dan memberi kesan pertama yang baik di negara mana pun.
Kebiasaan bisa berbeda tergantung wilayah dan situasi. Selalu amati penduduk lokal jika ragu.
| Negara | Salam | Tip | Tabu |
|---|---|---|---|
Amerika Serikat Amerika Utara | Jabat tangan yang kuat dengan kontak mata. 'Hi' atau 'Hello' yang informal adalah hal umum. | Wajib. 15-20% di restoran, $1-2 per minuman di bar. | Bertanya tentang gaji atau berat badan dianggap mengganggu. |
Britania Raya Eropa | Jabat tangan adalah standar. 'How do you do?' bersifat formal. | 10-15% di restoran jika layanan tidak termasuk. Bulatkan untuk taksi. | Memotong antrean (queue jumping) adalah pelanggaran sosial yang serius. |
Jepang Asia | Membungkuk adalah salam tradisional. Kedalamannya menunjukkan tingkat rasa hormat. | Tidak ada tip. Itu bisa dianggap kasar atau membingungkan. | Jangan berbicara keras di kereta. Jangan makan sambil berjalan. |
Jerman Eropa | Jabat tangan yang kuat. Gelar (Herr/Frau) penting dalam pengaturan formal. | Layanan termasuk, tetapi membulatkan atau menambahkan 5-10% adalah kebiasaan ('Trinkgeld'). | Jangan mengucapkan 'Selamat Ulang Tahun' kepada seseorang sebelum hari H (nasib buruk). |
Korea Selatan Asia | Membungkuk sedikit saat berjabat tangan. Sangga lengan kanan dengan tangan kiri saat berjabat tangan dengan orang tua. | Tidak diharapkan. Beberapa hotel mewah menerapkan biaya layanan. | Jangan menulis nama dengan tinta merah (melambangkan kematian). |
Perancis Eropa | Jabat tangan ringan. Teman/keluarga melakukan 'la bise' (mencium pipi). | Layanan sudah termasuk (service compris), tetapi meninggalkan uang kembalian kecil adalah sopan. | Jangan memulai percakapan dalam bahasa Inggris tanpa bertanya 'Parlez-vous anglais?' terlebih dahulu. |
Taiwan Asia | Mengangguk sedikit atau berjabat tangan adalah hal umum. 'Ni Hao' adalah salam standar. | Memberi tip tidak lazim di restoran. Tempat mewah menambahkan biaya layanan 10%. | Jangan menancapkan sumpit secara vertikal di nasi (menyerupai dupa untuk orang mati). |
Thailand Asia | 'Wai' (telapak tangan ditekan bersamaan di dekat dada/wajah) adalah salam standar. | Dihargai tetapi tidak wajib. Membulatkan tarif taksi adalah hal umum. | Jangan pernah menyentuh kepala seseorang (dianggap suci). Jangan mengarahkan kaki ke orang atau Buddha. |
Hindari momen canggung di luar negeri dengan mempelajari kebiasaan memberi tip, cara menyapa, dan tabu budaya setempat sebelum tiba. Alat ini dirancang untuk pelancong internasional, profesional bisnis, dan pelajar pertukaran yang ingin menunjukkan rasa hormat dan memberi kesan pertama yang baik di negara mana pun.
Kebiasaan bisa berbeda tergantung wilayah dan situasi. Selalu amati penduduk lokal jika ragu.
| Negara | Salam | Tip | Tabu |
|---|---|---|---|
Amerika Serikat Amerika Utara | Jabat tangan yang kuat dengan kontak mata. 'Hi' atau 'Hello' yang informal adalah hal umum. | Wajib. 15-20% di restoran, $1-2 per minuman di bar. | Bertanya tentang gaji atau berat badan dianggap mengganggu. |
Britania Raya Eropa | Jabat tangan adalah standar. 'How do you do?' bersifat formal. | 10-15% di restoran jika layanan tidak termasuk. Bulatkan untuk taksi. | Memotong antrean (queue jumping) adalah pelanggaran sosial yang serius. |
Jepang Asia | Membungkuk adalah salam tradisional. Kedalamannya menunjukkan tingkat rasa hormat. | Tidak ada tip. Itu bisa dianggap kasar atau membingungkan. | Jangan berbicara keras di kereta. Jangan makan sambil berjalan. |
Jerman Eropa | Jabat tangan yang kuat. Gelar (Herr/Frau) penting dalam pengaturan formal. | Layanan termasuk, tetapi membulatkan atau menambahkan 5-10% adalah kebiasaan ('Trinkgeld'). | Jangan mengucapkan 'Selamat Ulang Tahun' kepada seseorang sebelum hari H (nasib buruk). |
Korea Selatan Asia | Membungkuk sedikit saat berjabat tangan. Sangga lengan kanan dengan tangan kiri saat berjabat tangan dengan orang tua. | Tidak diharapkan. Beberapa hotel mewah menerapkan biaya layanan. | Jangan menulis nama dengan tinta merah (melambangkan kematian). |
Perancis Eropa | Jabat tangan ringan. Teman/keluarga melakukan 'la bise' (mencium pipi). | Layanan sudah termasuk (service compris), tetapi meninggalkan uang kembalian kecil adalah sopan. | Jangan memulai percakapan dalam bahasa Inggris tanpa bertanya 'Parlez-vous anglais?' terlebih dahulu. |
Taiwan Asia | Mengangguk sedikit atau berjabat tangan adalah hal umum. 'Ni Hao' adalah salam standar. | Memberi tip tidak lazim di restoran. Tempat mewah menambahkan biaya layanan 10%. | Jangan menancapkan sumpit secara vertikal di nasi (menyerupai dupa untuk orang mati). |
Thailand Asia | 'Wai' (telapak tangan ditekan bersamaan di dekat dada/wajah) adalah salam standar. | Dihargai tetapi tidak wajib. Membulatkan tarif taksi adalah hal umum. | Jangan pernah menyentuh kepala seseorang (dianggap suci). Jangan mengarahkan kaki ke orang atau Buddha. |
Hindari momen canggung di luar negeri dengan mempelajari kebiasaan memberi tip, cara menyapa, dan tabu budaya setempat sebelum tiba. Alat ini dirancang untuk pelancong internasional, profesional bisnis, dan pelajar pertukaran yang ingin menunjukkan rasa hormat dan memberi kesan pertama yang baik di negara mana pun.
Kebiasaan bisa berbeda tergantung wilayah dan situasi. Selalu amati penduduk lokal jika ragu.
| Negara | Salam | Tip | Tabu |
|---|---|---|---|
Amerika Serikat Amerika Utara | Jabat tangan yang kuat dengan kontak mata. 'Hi' atau 'Hello' yang informal adalah hal umum. | Wajib. 15-20% di restoran, $1-2 per minuman di bar. | Bertanya tentang gaji atau berat badan dianggap mengganggu. |
Britania Raya Eropa | Jabat tangan adalah standar. 'How do you do?' bersifat formal. | 10-15% di restoran jika layanan tidak termasuk. Bulatkan untuk taksi. | Memotong antrean (queue jumping) adalah pelanggaran sosial yang serius. |
Jepang Asia | Membungkuk adalah salam tradisional. Kedalamannya menunjukkan tingkat rasa hormat. | Tidak ada tip. Itu bisa dianggap kasar atau membingungkan. | Jangan berbicara keras di kereta. Jangan makan sambil berjalan. |
Jerman Eropa | Jabat tangan yang kuat. Gelar (Herr/Frau) penting dalam pengaturan formal. | Layanan termasuk, tetapi membulatkan atau menambahkan 5-10% adalah kebiasaan ('Trinkgeld'). | Jangan mengucapkan 'Selamat Ulang Tahun' kepada seseorang sebelum hari H (nasib buruk). |
Korea Selatan Asia | Membungkuk sedikit saat berjabat tangan. Sangga lengan kanan dengan tangan kiri saat berjabat tangan dengan orang tua. | Tidak diharapkan. Beberapa hotel mewah menerapkan biaya layanan. | Jangan menulis nama dengan tinta merah (melambangkan kematian). |
Perancis Eropa | Jabat tangan ringan. Teman/keluarga melakukan 'la bise' (mencium pipi). | Layanan sudah termasuk (service compris), tetapi meninggalkan uang kembalian kecil adalah sopan. | Jangan memulai percakapan dalam bahasa Inggris tanpa bertanya 'Parlez-vous anglais?' terlebih dahulu. |
Taiwan Asia | Mengangguk sedikit atau berjabat tangan adalah hal umum. 'Ni Hao' adalah salam standar. | Memberi tip tidak lazim di restoran. Tempat mewah menambahkan biaya layanan 10%. | Jangan menancapkan sumpit secara vertikal di nasi (menyerupai dupa untuk orang mati). |
Thailand Asia | 'Wai' (telapak tangan ditekan bersamaan di dekat dada/wajah) adalah salam standar. | Dihargai tetapi tidak wajib. Membulatkan tarif taksi adalah hal umum. | Jangan pernah menyentuh kepala seseorang (dianggap suci). Jangan mengarahkan kaki ke orang atau Buddha. |
Hindari momen canggung di luar negeri dengan mempelajari kebiasaan memberi tip, cara menyapa, dan tabu budaya setempat sebelum tiba. Alat ini dirancang untuk pelancong internasional, profesional bisnis, dan pelajar pertukaran yang ingin menunjukkan rasa hormat dan memberi kesan pertama yang baik di negara mana pun.
Kebiasaan bisa berbeda tergantung wilayah dan situasi. Selalu amati penduduk lokal jika ragu.
| Negara | Salam | Tip | Tabu |
|---|---|---|---|
Amerika Serikat Amerika Utara | Jabat tangan yang kuat dengan kontak mata. 'Hi' atau 'Hello' yang informal adalah hal umum. | Wajib. 15-20% di restoran, $1-2 per minuman di bar. | Bertanya tentang gaji atau berat badan dianggap mengganggu. |
Britania Raya Eropa | Jabat tangan adalah standar. 'How do you do?' bersifat formal. | 10-15% di restoran jika layanan tidak termasuk. Bulatkan untuk taksi. | Memotong antrean (queue jumping) adalah pelanggaran sosial yang serius. |
Jepang Asia | Membungkuk adalah salam tradisional. Kedalamannya menunjukkan tingkat rasa hormat. | Tidak ada tip. Itu bisa dianggap kasar atau membingungkan. | Jangan berbicara keras di kereta. Jangan makan sambil berjalan. |
Jerman Eropa | Jabat tangan yang kuat. Gelar (Herr/Frau) penting dalam pengaturan formal. | Layanan termasuk, tetapi membulatkan atau menambahkan 5-10% adalah kebiasaan ('Trinkgeld'). | Jangan mengucapkan 'Selamat Ulang Tahun' kepada seseorang sebelum hari H (nasib buruk). |
Korea Selatan Asia | Membungkuk sedikit saat berjabat tangan. Sangga lengan kanan dengan tangan kiri saat berjabat tangan dengan orang tua. | Tidak diharapkan. Beberapa hotel mewah menerapkan biaya layanan. | Jangan menulis nama dengan tinta merah (melambangkan kematian). |
Perancis Eropa | Jabat tangan ringan. Teman/keluarga melakukan 'la bise' (mencium pipi). | Layanan sudah termasuk (service compris), tetapi meninggalkan uang kembalian kecil adalah sopan. | Jangan memulai percakapan dalam bahasa Inggris tanpa bertanya 'Parlez-vous anglais?' terlebih dahulu. |
Taiwan Asia | Mengangguk sedikit atau berjabat tangan adalah hal umum. 'Ni Hao' adalah salam standar. | Memberi tip tidak lazim di restoran. Tempat mewah menambahkan biaya layanan 10%. | Jangan menancapkan sumpit secara vertikal di nasi (menyerupai dupa untuk orang mati). |
Thailand Asia | 'Wai' (telapak tangan ditekan bersamaan di dekat dada/wajah) adalah salam standar. | Dihargai tetapi tidak wajib. Membulatkan tarif taksi adalah hal umum. | Jangan pernah menyentuh kepala seseorang (dianggap suci). Jangan mengarahkan kaki ke orang atau Buddha. |